TEARS DROP : god plan is beautiful

Rumah mewah, banyak penggemar, uang banyak dan semua yang aku butuhkan bisa terpenuhi dengan mudah. Hidup sebagai orang kaya adalah takdirku. dari lahir sampai sekarang aku barumur 17 tahun aku hidup diantara kemewahan yang sekarang aku punya. tapi disisi lain aku miskin, aku miskin kasih sayang. Saat ibuku melahirkan aku dia meniggal setelah aku keluar dari dalam perutnya, dan ayahku yang merawatku hingga aku sebesar ini. Tapi ayahku tidak lagi seperti dahulu yang menyanyangiku dan selalu menajgaku, kasih sayang ayah padaku hanya aku berusia 10 tahun, setelah itu aku lebih sering dirawat oleh Bibi Yun, pembantuku. Bibi Yun sangat penyabar dan baik. Aku menyukainya tapi akan lebih baik jika Bibi Yun adalah ibu kandungku. Tapi itu hanyalah mimpi indahku saja, itu tak mungkin. Dan aku dirawat olehnya hanya lima tahun saja, saat aku duduk dibangku SMA Bibi Yun merasa aku sudah bisa menjaga diriku sendiri karena disisi lain Bibi Yun yang sudah memiliki 4 orang anak harus pulang ke kampung dan merawat anaknya yang sedang sakit sakitan, aku juga tidak mungkin melarang Bibi Yun pergi bagaimanapun anaknya yang sedang sakit lebih membutuhkan daripada aku. Dan ayah yang super sibuk itu juga tidak ada waktu untuk anaknya ini, dia sibuk dengan urusan bisnisnya, ayah lebih mementingkan bisnis dari pada anaknya, mungkin bisnis itu adalah anak kedua ayah, aku sampai hampir lupa wajah ayahku sendiri, tapi untungnya aku tidak benar benar lupa. Lalu bagaimana dengan ayah apa dia masih ingat dengan wajahku, mungkin dia membanyangkan wajahku seperti kertas putih yang setiap hari dia hadapi.

KRIIIIINGGGGG…..!!!!
jam alarm berbunyi dengan keras, aku terbangun dari tidur. aku buka mataku dan kulihat seisi kamarku, aku pernah bermimpi ada seseorang yang membangunkan aku, seorang ibu yang cantik dan sabar, aku mengira itu ibuku. aku memang tahu wajah ibu dari foto saja tapi aku juga bisa merasakan hangatnya seorang ibu. Dan sayangnya itu mimpi. Aku melompat dari ranjang dan aku buka jendelah aku rasakan sejuknya pagi hari, aku ucapkan harapan ‘semoga hari ini adalah hari yang terindah dalam hidupku’. dan harapan itu yang aku ucapkan tiap hari. Aku berjalan menuju kamar mandi. selesai mandi dan berganti pakaian aku keluar dari kamar, aku turun kebawah melewati tangga. aku melihat kesekeliling rumah, aku rasakan dan aku dengar, semua kosong, tidak ada orang kecuali aku dan ayahku, tapi ayahku sudah berangkat dari tadi pagi, dan pulang saat aku tertidur. aku berjlan menuju dapur, aku ambil dua potong roti dan selai nanas, aku oleskan selai dan aku masukan roti yang yang sudah siap makan itu ke mulut. setelah sarapan aku pergi ke sekolah. Aku biasa berangkat dengan mobil, dan aku dibolehkan menyetir mobil sendiri. aku berangkat tepat pukul 06.45 dan aku sampai disekolah pukul 07.30. aku sudah biasa kena marah guru, itu biasa bagiku.
“Lolaaaaaaa!!!! jam berapa ini?! apa kamu tidak punya jam di rumah?!” kata Bu Alberth yang tubuhnya besar dan wajahnya merah sangat marah, matanya melotot seperti akan terpisah dengan kepalanya, aku merasa biasa saja melihat wajah itu, mungkin karena sudah biasa seperti ini.
Setela aku terkena marah, aku duduk. aku duduk di nomor 3 dari depan dekat jendela posisinya sangat nyaman dan aku bisa melihat ke arah taman.
pelajaran dimulai, Bu Alberth mengajar bahasa inggris. saat dia mengajar tidak ada yang berani berulah. semuanya diam. mendengarkan apa yang keluar dari mulut Bu Alberth. Aku akui dia memang pandai mengajar dan semua pelajaran yang disampaikan mudah dimengerti tapi dia kurang ramah, dan semua yang melihat kurang mengerti dengan sikapnya kenapa seperti itu. ckckck
kriiiiiiiinggg
Bel yang paling disukai oleh anak sekolah, bel istirahat, semua anak keluar dari kelas dan masuk ke kantin sekolah, menuju loker dan kamra mandi. Aku sendiri memilih ke loker untuk meletakan buku berat yang aku bawa dan berjalan kekantin. Bisa dibilang aku terkenal, setiap aku berjalan melewati yang lain sepertinya aku ini artis di sekolah itu. Mungkin karena aku ini banyak memenangkan kompetisi. Aku pernah meraih juara 1 akting, nyanyi, modeling, lukis, menulis cerpen, debat dan lainnya. Ayahku juga memegang saham di sekolahku.
“Lola!” suarang yang tidak asing lagi bagiku.
“Kesha” aku balik memanggilnya dengan nada yang tidak keras.
Kesha adlah sahabtku yang terbaik, dia membantuku dlam segala hal, saat aku tidak diurus oleh Bibi Yun aku banyak meminta tolang pada Kesha, dia bisa dibilang seperti saudaraku sendiri.
“Hari ini kamu terlambat lagi?”
“begitulah”
“Bu Alberth atau Pak Sam”
“Alberth, dia mengerikan tapi dia aneh, apa tidak cape memarahi aku ? aku saja sudah malas mendengar suara jeleknya itu.”
“hahahahaha, dia mungkin sayang sama kamu”
“ehm mungkin tapi lupakan soal ini, aku malas mendengarnya”
Kami berdua makan di kantin sekolah dan biasa kami duduk di tempat yang sudah semestinya milik kami, meja dan kursi di kantin yang berwana ungu dan bertuliskan nama kami itu selalu tetap pada posisinya selama 3 tahun ini.
“tinggal 1 bulan lagi ujian. setelah itu kami lulus, dan kursi ini tetap disini saja?” tanya Kesha.
“tentu saja, kita biarkan kursi ini, tulisan nama kita dihapus saja dan akan kita wariskan ke pada siswi yang sama dengan kita, siswi yang teladan, cantik, gaul, dan kaya. itu yang bisa duduk disini.
“ide bagus”

_____3 minggu kemudian_____

“Lola, sudah berangkat? hebat ini pertaman kalinya kamu tidak terlambat” kata Pak Sam dengan nada yang khasnya
Aku hanya tersenyum. Pelajaran Matematika adalah pelajaran yang tidak aku benci dan tidak tidak aku suka, semua pelajaran bagiku sama saja. 1 minggu lagi ujian, aku sudah berusaha keras selama ini, dan aku harap hasilnya tidak mengecewakan. semua guru di sekolah tidak mengetahui kenapa aku selalu datang terlambat. aku datang terlambat karena aku belajar semalaman unutk bisa mengerti semua pelajaran yang ada. dan hanya tadi malam aku tidak belajar.
hingga hari ujian datang aku masih saja datang terlambat kecuali hari itu. saat ujian berlangsung aku mengerjakan dengan baik, aku rasa begitu. aku menjawab semua sola dengan tepat waktu, aku selalu saja keluar yang paling akhir. hingga semua siswa beranggapan aku tidak bisa mengerjakan.
Ujian selesai aku tidak lagi belajar semalaman aku tinggal santai dan menikmati kesendirian dirumah, aku bahkan kini tidak lagi melihat ayah pulang, aku seperti anak yang tidak punya keluarga, aku merasa hidupku penuh dengan kegelapan. aku bersinar hanya saat berada di sekolah saja. prestasiku di sekolah saja ayah tidak tau. saat ada rapat dengan orang tua siswa ayah tidak pernah datang. aku berkali kali menelphone ayah tapi tidak ada jawaban. hingga aku lulus sekolas ayah tidak pernah menginjakan kakinya di sekolah, saat ada keperluan tentang bisnis dengan orang luar saja ayah menyuruh assistannya. saham yang disekolah yang mengurus juga assistannya.
sering aku bertanya pada diriku ‘untuk apa aku dirawatnya jika akhirnya seperti ini, kenpa aku tidak dibiarkan mati bersama ibuku?’ itu pertanyaan yanb membuat air mataku menetas.
Aku yang sedang duduk sambil menangis tiba tiba dipanggil oleh host acara pelepasan siswa kelas 3 SMA.
“LOLAAA.”
aku terbangun dari duduk dan berdiri sambil menghapus air mata dipipi, aku berjalan menuju panggung, aku lalu bertanya pada hostnya,
“untuk apa aku maju kesisni?” aku berbisik padanya
“kamu juara satu Lola, kamu mendapat nilai tertinggi saat ujian kemrin. jadi bersenanglah.” katanya
aku tidak percya aku berhasil aku bisa menunjukan pada guru yang selalu memarahiku.
“ini sungguh menyedihkan, aku berdiri disini tanpa mengetahui apa sebabnya dan aku baru tahu aku mendapat nilai tetinggi, hanya nilai bukan yang lain, ini memang yang ingin aku buktikan pada Bu Alberth dan Pak Sam, bahwa aku bisa. tapi bukan ini keinginanku yang sebenarnya. keinginan ku yang sebernarnya adalah ayahku yang sekarang entah dimana dan aku berharap ayahku ada diacara pelepasan ini, sejak aku berusia 10 tahun aku tidak lagi dirawat olehnya, aku hudip bersama Bibi Yun pembantuku samapai aku berusia 15 tahun dan di usia 15 samapai sekarang aku hanya sendiri, aku tidak bersama ayahku atau saudaraku yang lain, sekarang saja aku sulit mengingat wajah ayahku sndiri, aku tidak pernah bertemu dengannya, dirumah aku sendirian kesepian dan aku merasa hidupku seperti pohon kaktus yang hidup di padang pasir seorang diri. aku melakukannya sendiri, semuanya. di sekolah semua orang mungkin mengira aku ini sempurna, aku kaya, cantik, pintar, banyak yang mengagumiku tapi mereka salah, aku bukan seperti yang mereka kira, kadang sebaliknya aku iri dengan kalian semua yang bisa mendapat kasih sayang utuh dari orang tua kalian, aku apa kasih sayang dari seorang pemabantu yang sabar. aku tidak pernah memeluk seoranhg ibu, merasakan hangatnya sentuhan ibu, dan aku tidak pernah merasakan kasih sayang seorang ayah, yang aku rasakan kepopuleran yang sekarang sirna, terima kasih untuk semua guru, kalian sosok orang tua yang inginkan, terima kasih untuk teman teman kalian adalah saudaraku semua. aku berdiri disini bukan untuk dipuji atau di kagumi aku berdiri disini untuk di mengerti kalian perlu tau bagaimana kehidupan sebernarnya aku, terimakasaih untuk yaang selama ini mengagumi sosok Lola yang tak berarti. ” saat aku selesai memberikan sambutan Bu Alberth menghampiriku dan memeluku dengan erat.
“maafkan aku Lola” dia menangis untukku kah?
“iya, jangan marah marah lagi, aku merasa iri pada anak ibu, dia beruntung memilikimu”
“aku tidak punya anak lola”
“ah maaf”
“tidak apa.”
aku tinggalkan Bu Alberth di panggung, aku turun dan berjalan keluar gedung, aku berjalan kemobil.
“Lola” Kesha memanggilku
“iya”
“ada aku disini Lola. apa kamu lupa kamu memilikiku, kita saudara.” Kesha berbicara dengan nada pelan dan setengah menangis
aku menghampiri Kesha dan memeluknya.
“selamat tinggal saudaraku, kita akan berpisah, aku akan pindah dan mencari uneversitas di luar kota.”
“jaga dirimu, jangan menangis dan merasa sendiri lagi, disana banyak orang yang menyanyangimu”
kami berpisah. aku dan kesha tidak lagi bertemu selama 5 tahun, aku berada jauh dengannya sekarang.

>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>>BERSAMBUNG<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<<

Hari Minggu pagi aku menyiapkan koper besarku, aku masukan segala kepunyaanku, aku tidak meniggalkannya satupun termasuk foto ibu. Karena benyaknya barang aku samapai membawa tiga koper, aku masukan semua koper ke dalam mobil. aku kunci semua pintu rumah lalu berangkat, sebelumnya aku ke kantor ayah untuk berpamitan. saat aku sampai di kantor ayah aku mencoba menghubunginya tapi tidak ada jawaban. Aku tanpa ragu masuk ke ruangan ayah dan aku melihat ayah sedang bersama wanita lagi yang tidak asing bagiku dia adalah sekertaris ayah, aku melihat ayah sedang menciumnya, aku dengan sangat marah membanting pintu dan berlari ke luar kantor, ayah mencoba mengejarku.
“Lola tunggu, dia calon ibu kamu.” kata ayah padaku
“calon ibu, heh, aku bahkan tidak tahu sebelumnya kalo aku akan mendapatkan ibu tiri.”
“ayah minta maaf, selama ini tidak memberi tahumu”
“tidak perlu minta maaf, lagi pula ayah sibukan, aku tahu ayah tidak ada waktu untuk anak kandungnya sendiri, tapi ayah selalu ada waktu untuk calon ibu tiriku” kataku dengan nada yang tegas
“apa maksudmu?!” ayah mulai mengeraskan nada bicaranya
“aku fikir itu benar, selama ini siapa yang mengurusku? aku sendirian, aku merasa hidupku gelap, aku melakukannya, tidak ada yang membantuku kecuali Kesha dan Bibi Yun. apa ayah pernah memikirkan aku? iya hanya 10 tahun ayah merawatku dan setelah itu ayah menghilang, ayah pergi kekantor dan berkencan dengan calon ibu tiriku.”
“kau ini, aku bekerja untukmu, membayar sekolahmu, dan kehidupanmu!!” ayah benar benar marah kali ini. dan ini pertama kaliny aku melihat ayah marah.
“baiklah jika itu semua untuk kehidupanku aku ucapkan terimakasih. tapi aku juga tidak kebertan jika semua itu tidak aku dapatkan, aku hanya ingin aku memiliki keluarga yang saling menyayangi. apa ayah pernah berfikir bagaimana kabarku? sekolahku? kehidupan pribadiku? dan lainnya. TIDAK” aku menangis dihadapannya.
“jadi kamu tidak keberatan jika kamu miskin. iya!?”
“miskin? dari dulu aku miskin ayah, aku miskin kasih sayang”
“Lola. kau ini. kau ingin kemana?” ayah mengalihkan pembicaraan tadi. “heh, sekarang saja ayah tidak tahu aku ingin kemana, apa itu orang tua? aku melihat saat acara pelepasan siswa semua orang tua datang. hanya aku yang tidak memiliki orang tua saat itu.”
“pelepasan siswa? tidak punya orang tua? apa maksudmu?” ayah bertanya padaku dengan bingung
“aku sudah lulus aya dan aku mendapat nilai tertinggi di sekolah. tapi itu tidak membuatku senang, yang bisa membuatku senang hanya ayah hadir dalam acara itu. saat itu aku merasa aku tidak memiliki orang tua, aku hanya sebatang kara.”jelasku
“jadi kamu tidak menganggapku ayah?”
“aku menganggapmu ayah. tapi hari itu aku seperti yatim piatu. apa ayah tau perasaanku ?”
“sudahlah, pergi saja. kau mau kuliah kan?”
“iya, aku hanya pamit. aku ingin kuliah di luar kota. mungkin aku tidak bisa bertemu dengan ayah untuk beberapa waktu. tapi itu sama saja seperti kemarin kan, ayah juga tidak mungkin bisa bertemu denganku” aku akhiri pembicaraan dengan ayah dan aku masuk ke dalam mobil.
“ohya, buat calon ibuku, dia tidak pantas menjadi pengganti ibu kandungku. tidak pantas yah.” kataku sebelum aku pergi.
Dalam perjalanan aku menangis dan menangis. aku tidak mengerti dengan hidup ini. saat aku sampai di sebuah rumah yang akan aku sewa untuk tinggal di kota itu, aku turunkan semua barang bawaanku. dan koper terakhir yang aku turunkan adalah koper yang paling besar dan beratnya melebihi beratku. tapi saat aku angkat koper itu seperti berkurang bebannya, ternyata ada yang membantuku, seorang laki-laki yang mungkin seumuran denganku membantuku mengeluarkannya. aku memandanginya dengan seksama aku tidak mengenalnya. tapi jujur dia sangat tampan dan sopan.
“em terima kasih.” kataku
“iya sama sama. kamu baru disini?” tanya orang itu
“iya, aku baru saja datang. aku Lola” aku julurkan tangan kananku pada dia.
“oh aku Kevin”
“kamu orang sini?” tanyaku
“iya aku yang punya rumah ini.”
“jadi aku menyewa rumahmu ya?”
“begitulah tapi apa tidak apa apa?”
“kenapa memangnya?”
“pertama aku kira yang akan menyewa adalah laki laki tapi ternyata wanita. jadi terpaksa kamu tinggal dirumah ini bersama aku.” “haaahhh, jadi aku satu rumah bersama lelaki?”
“aku sudah bilang apa tidak apa? disini ada penyewaan rumah lagi jadi jika kamu tidak nyaman tinggal denganku, kamu bisa pindah.”
“eemm, baiklah aku tinggal disini saja.”
“kalau begitu ayo masuk” aku berjalan menuju rumah yang cukup besar itu. aku membawa koper-koperku ke dalam rumah dan Kevin membantunya. Saat aku membuka pintu aku melihat ruangan yang begitu lebarnya. aku melihat semua isi rumah bernuansa emas, semua nya berwarna gold. aku menyukainya. ini sangat nyaman dan aku pasti kan akan betah di rumah ini.
“bagaimana? apa kamu suka dengan rumahku?” kata Kevin
“aku sanagt suka. jadi dimana kamarku?” kata ku sambil tidak berhenti melihat rumah mewah itu.
“begini, kamu akan tinggal diatas, dan aku dibawah. aku sudah siapkan semuanya, jadi kamu jangan khawatir. ohay ini kuncinya, kamu bisa juga masuk lewat pintu samping untuk bisa langsung menuju ruanganmu. disana nanti ada tangga ke atas.”
“baiklah ini sempurna. sekali lagi terima kasih” kataku.
Aku berjalan keatas dan Kevin membantuku membawakan koperku. aku sampai diatas. aku melihat begitu luasnya ruang TV dan ruang santai. di sudut ruangan terlihat pemandangan yang indah yang bisa dilihat dari jendela yang lebar. aku berkeliling, ternyata diatas sudah sangat lenkap, ada dapur, kamar mandi dan semuanya.
“aku akan betah disini.”
“kalau begitu aku tinggal ya”
“ya terima kasih ya” aku menata semua barangku di kamar dan setelah itu aku mandi lalu makan. aku siapkan makananku sendiri. selesai makan aku membuat kue kering yang rasanya sangat lezat. aku juga berbagi dengan Kevin.
“hey Kev, aku punya kue untukmu apa kau mau?” aku menawarkan padanya tapi dia seperti tidak mendengarku. aku baru sadar dia sedang menelphone, mungkin itu pacarnya. aku kembali ke atas dan bersiap untuk tidur. aku memikirkan kejadian waktu aku dan ayah bertengkar di depan kantor. aku juga memikirkan calon ibu tiriku yang tidak aku setujui menjadi ibuku. aku memikirkan banyak sekali, aku berfikir apa yang sedang ayah dan sekertarisnya itu. dan yang lainya. aku juga memikirkan Kesha. Kesha, aku baru ingat kalau aku belum memberi tahukan padanya. aku ambil handphoneku dan aku masukan nomor Kesha lalu aku tekan tombol call. aku mencoba menghubunginya tapi tidak bisa, operator selalu bilang maaf nomor yang anda tuju tidak dapat dihubungi. aku menyerah dan aku akan menelphonenya esok hari saja, sekrang aku tidur. pagi harinya aku bangun, aku mandi dan berganti pakaian. hari itu aku ada tes masuk universitas dan wawancara juga. aku berangkat, tapi sebelumnya Kevin memanggilku.
“Lola, kamu akan pergi?”
“iya aku akan mendaftar universitas” kataku
“oh begitu ya, aku juga kan mendaftar, mungkin kita bisa berangkat bersama” kata Kevin
“bagus.” kami berangkat bersama dan ternyata kami mendaftar di uneversitas yang sama. aku senang bisa kenal Kevin, dia sangat baik padaku. Aku dipanggil dulu untuk melakukan wawancara, dan setelah itu Kevin. setelah selesai wawancara kami berdua pergi bersama. di jalan aku ingat aku harus menelphone Kesha.
“aku hampir lupa, aku harus menelponenya. tunggu sebentar ya” aku ambil ponselku yang ada di tas. aku tekan nomornya dan aku tekan tombol call. kali ini bisa terhubung. "halo Sha. aku merindukanmu.”
“aku juga, ohya aku ingin banyak bercerita denganmu, apa aku bisa datang ke rumah yang disana, ?”
“tentu saja, nanti akan aku kirimkan alamatnya.”
“baiklah, aku tunggu?”
Kesha dengan nada bahagia menutup telponenya. aku berjalan menuju Kevin lagi. kami lanjutkan jalan jalannya. kami habiskan waktu bersama bedua saja. Kami makan di restoran dan bergaya di photo box. aku merasa seperti pacar Kevin saja.kami pulang pukul 11 malam, aku bahkan sudah tertidur di mobil. Kevin yang tidak enak membangunkanku akhirnya menggendongku sampai kamar. aku di baringkan di ranjang dan sepatuku dia lepaskan, aku juga di selimuti. pagi harinya, aku mendapat satu pesan dari Kesha yang isinya:
‘Lola, mana alamatnya?’
Kesha mengirimkan pesan yang sama sebanyak 50 kali. aku merasa bersalah sekarang pada Kesha. aku cepat cepat menjawabnya. ‘maafkan aku,akubaru bisa membalasnya sekarang, kemarin aku tidak sempat membalsnya. ini alamt rumahnya Jln. bingung No. 1426.’
setelah aku kirimkan pesan pada Kesha aku mandi. setelah itu seperti biasa aku siapkan semua sendiri. dan aku berangkat melihat pengumuman hasil tes tertulis dan tes wawancara kemarin. aku meilat namaku ada di deretan yang lolos dan aku lihat namaku ada diurutan 15. aku dengan bangganya sampai memeluk Kevin.
“ah maaf, aku sangat senang”
“iya tidak apa apa. aku ikut senang juga.”
“kenapa kau sedih? apa kamu tidak terpilih?” kataku merubah raut wajah yang senang menjadi penasaran
“iya, aku gagal, tapi tenang saja aku sudah melamar pekerjaan di sebuah restoran dan aku bisa bekerja disana dengan baik.” dia berkata seperti tidak terjadi apa apa, dia juga memegang kepalaku dengan satu tangan seperti memengan kepala kucing, dia membuat rambutku berantakan sedikit. tapi setelah itu aku tersenyum dan di sisi lain aku melihat Kesha yang berdiri dibelakang Kevin. Dia menyuruhku diam. dan saat Kevin berbalik badan Kesha memeluknya dengan erat. aku kaget dan penasaran, kenapa mereka saling kenal.
“kalian saling kenal???” tanyaku
“iya, aku juga baru tahu kalo kamu ternyata tinggal bersama Kevin, dia sepupu jauhku. aku tenang sekarang karena kamu tinggal dengannya, ohya waktu alamat itu tidak perlu lagi karena aku sudah tahu dari Kevin, di menelponeku kemarin.” jelas kesha dengan senang
“aku masih belum percaya tapi ini harus dirayakan.!” kataku dengan penuh semangat. kami pergi bertiga, kami menuju sebuah restorant di kota itu. saat dalam perjalanan handphoneku berbunyi. aku ambil dan aku angkat.
“Halo” aku mengangkatnya dengan wajah yang masih berseri.
“ini sekertaris ayahmu.”
saat aku mendengar suaranya yang sedang menangis, aku sesaat diam dan tidak membencinya.
“ada apa ini, kenapa kamu menangis?”
“ayahmu, diaa”
“adapa dengan ayah!” suaraku yang kencang membuat suasana menjadi hening, Kesha dan Kevin terdiam disebelahku sambil menatapku dengan penuh penasaran.
“diaa….”suaranya semakin tidak jelas karena tangisan itu.
aku menjadi tidak karuan, baru saja mendapat kabar yang membahagiakan dan sekarang sudah seperti ini. perasaanku tidak karuan lagi. aku takut ayah pergi.
“diaa, kecelakaan, dia meniggal Lolaa..” kata asistant ayah dengan tangisan tersedu sedu. aku bisa tidak tahu apa yang telah tuhan takdirkan untukku. saat aku dengar ayahku meniggal aku jatuhkan ponselku dan air mataku menetas deras, aku bersandar di dada Kevin yang berdiri disebelahku sejak tadi dan Kesha menenangkanku.
“ayahku sha, ayah meninggal. Tuhan benar-benar tidak syang padaku, dia ambil semua yang aku punya, dulu ibuku, sekarang ayahku, besok siapa?” kataku dengan tangisan yang takkuunjung berhenti.
“La, kamu tidak boleh menghakimi tuhan, semua yang kamu alami pasti ada sisi baiknya, percayalah tuhan memiliki sejuta rahasia indah dibalik kesedihan ini.” Kata Kesha yang mulai menangis karena simpatik padaku.
“kamu masih punya kesha dan aku. kami keluargamu La.” kata Kevin sambil menepuk nepuk punggungku dengan pelan.
“sekarang kamu akan menemui ayahmu untuk terakhir kalinya?” Kesha memberiku pertanyaan yang sudah pasti aku jawab ya
“ehm” aku mengangguk dan mengapus air mataku. \
kami berangkat ke rumahku dan disana banyak rekan ayah yang bertajiah. aku keluar dari mobil dan berlari menuju ayahku yang terbujur kaku. aku memeluknya dengan derai tangis.
“ayah, Lola tidak ingin ayah pergi walaupun ayah bersikap buruk padaku dan aku sering memarahi ayah tapi aku sayang ayah., ayaah bangunlah,!!!!” aku menggoyang goyangkan tubuh ayahku dan tidak berhenti menangis.
“lola, sudahlah, ayahmu sudah meninggal.” kata asistant ayahku yang tiba tiba muncul dari belakangku.
“kenpa? kenapa ayah pergi?! jelaskan padaku wanita penggoda?!!” aku mulai marah pada asistan ayahku.
“dia tadi akan menjemputku tapio diperjalanan dia kecelakaan.. a aku ti..” kata asistan ayahku dengan tangisannya yang tidak aku suka.
“jadi ini semua karena KAMU!!! sudah aku duga…” kata ku padanya dengan nada keras dan tetap menangis.
“Lola, sudah jangan bersikap konyol. ini semua sudah diatur la” kata Kevin sambil memegang kedua lenganku dan mencoba menenangkan amarahku pada asistan ayah.
“keluar dari rumahku.” kataku dengan nada yang mulai lirih pada asistan ayah.
“em, ada yang ingin aku katakan. perusahaan ayahmu sekarang tidak ada yang mengurus, jadi aku harap kamu bisa mengurusnya, aku kira kamu sudah cukup siap untuk berurusan dengan bisnis ini.” kata asistan ayah
“ya, aku tahu itu, sudah seharusnya memang. aku akan mengurus perusahaan ini dan aku ingin kamu keluar dari perusahaan.”
“baiklah, tapi jika kamu butuh bantuan, aku siap membantu.”
“em” kataku dengan sewot
“eh tunggu, kamu bisa tetap bekerja ayahku karena aku tidak mungkin mengurusnya sendiri sementatara aku harus kuliah.”
“terima kasih lola” kata Asistan ayahku dengan senyuman.
“siapa namamu?”
“Lucy, Lucy Stuard”
“Lucy???? haaah apa itu salah satu alasan ayahku mencintaimu?”
“mungkin, tapi walaupun nama ibumu dan aku sama, bukan berarti kita sama.”
“tentu saja, ibuku itu orang yang sabar dan ramah.”
aku pergi setelah berbicara tentang perusahaan, aku masuk ke kamar ayahku dan aku ambil fotonya.
Ayahku dimakamkan pada sore hari pukul 15.23 dan aku kembali ke rumah Kevin.
“Kev, La. aku akan tinggal di rumahku lagi. aku tidak jadi kuliah di universitas yang aku pilih. aku akan satu kampus denganmu La. dan Kevin kamu bisa bantu aku diperusahaan. aku kira kamu orang pintar.” kataku sambil mengemasi barangku dan masih setengah menangisa
“sungguh? kamu kita akan satu kampus?”
“yaa”
“Lola, aku kira aku tidak bisa mengurus perusahaan” kata Kevin
“kamu selalu ranking satu kan, nilaimu tinggi dan hanya kemarin saja kamu tidak beruntung”
“aku tahu tapi ini berlebihan. lagipula rumah aku dan perusahaan ayahmu jauh.”
“kita bertiga tinggal di rumahku saja. itu akan lebih baik bukan?”
“aku setuju denganmu Lola. Akhirnya aku bisa tinggal di rumah mewah itu.” Kesha menjawabnya dengan riang dan semangat. dan Kevin dia terlihat buruk, sepertinya dia tidak mau.
“baiklah” kata kevin tiba-tiba dengan senyum manisnya

Dua minggu kemudian ……
kehidupan muali normal dan aku mulai terbiasa dengan situasi ini, lagipula ini seperti ayah masih hidup, saat dia masih ada aku juga tidak pernah bertemu dengannya. jadi saat inipun sama.
aku dan Kevin mengelola perusahaan bersama dan kami selalu pulang malam. Kesha yang asik dengan kuliahnya terliahat menyenangkan, aku iri padanya.
“kau lelah?”
“ya” aku letakakn tubuhku di sifa empuk.dan aku tertidur.
“Lola, kamu tau, aku sebenarnya menukaimua, kamu gadis yang hebat…” kevin bicara padaku tanpa tahu aku sudah tertidur pulas.
“Lola…lola..loaa” kevin memangilku dan akhirnya dia menyadarinya, dia bicara sendiri. haha
“ouh, lola, kau tidur? ” kevin memandangiku dan dia mulai mendekat, dia mencoba untuk menciumku dan ….
“heeyy guuys. ups” Kesha datang dengan belanjaannya dan saat dia melihat kevin akan menciumku dia terdiam. kevin urungkan niatnya karena kaget dengan kedatangan Kesha.
“hohooho…ada yang menggambil kesempatan sepertinya. teruskan saja, aku tidak akan ganggu. kikikikikik” Kesha melangkah ke kamarnya. kevin memandangiku lagi dan mengangkat tubuhku ke kamar. dia meletakanku di ranjang dan memeberiku selimut.
“selamat malam Lola.” Kevin mencium keningku dan mematikan lampu kamar lalau pintu tertutup.

pagi harinya, aku terbangun dengan pakaian yang aku pakai semalam. aku menyadarinya semalam aku memang tidka sempat ganti bajau tapi..
“kenapa aku tidur di kamar? seingatku aku tidur di sofa ruang tamu. ouhh…” aku berfikir ini perbuatan Kevin.
“kau sudah bangun lolaa!!,” kevin berteriak dari luar sambil mengetok pintu kmarku tiga kali.
“ya, aku akan mandi dan segera ke dapur.”
“hem, kau pikir aku akan mengajakmu sarapan?” kata kevin yang tiba-tiba membuka pintu dan bertanya dengan wajah menyebalkannya.
“ooooou.” aku bengong dan berfikir, lalu apa maksudnya tadi?
“hari ini kamu yang memasakan bukan, aku sudah kemarin dan Kesha besok. hari ini hari minggu jadi masaklah yang special dan jangan gosong lagi” kata kevin sambil berdiri di ambang pintu dan melipat kedua tangannya di dada.
“hehehee, baiklah. tapi aku mandi dulu.” aku nyengir malu dan segera turun dari ranjang dan beranjak ke kamar amandi.
“10 menit” kevin meneriakan waktu yang harus aku pakai untuk mandi, dan aku rasa itu tidka adil. mana mungkin aku mandi dalam 10 menit.
“baik!!!” aku berteriak dari dalam kamar mandi.
11 menit, aku terlamabt 1 menit dan itu rasanya seperti kesalahan besar. aku berlari sambi mengikat rambutku jadi satu.
samapai didapur aku dibuat bingung oleh kevin dan kesha.
“Haahh, ouh guys, kalian ingat hari ulang tahunku?” kataku dengan tidak percaya, aku melihat segudang makanan lezat di meja makan dan roti ukuran jumbo berwarna ungu bertulisakan ‘Happy Birthday Lola’
“jadi tadi kamu mengerjaiku ya? kamu menyuruhku mandi dalam waktu 10 menit, kau tahu aku hampir tidak menggosok badanku dengan bersih. menyebalakan” kataku dengan wajah sewot
“baiklah aku akan buang semua makanan ini dan kkita berangkat kekantor sekarang.” kata kevin dengan menghela nafas dan melihat makanan itu dan kemudian memandangku
“jangan. sebenarnya aku sudah menggosoknya dengan benar. mari kita berpesata” kataku dengan senyum
“Let’s party” kata Kesha yang langsung menyalakan musik dan mengambil mayonaise dan menyemprotkannya padaku.
“ouhh hooo.” wajahku dipenuhi mayonaise dan aku balik menyemprotnya. kami bertiga bersenang-senang hari ini. aku senang hidupku kembali ceria.
“huuuhh” aku letakan tubuhku di kursi kayu dan melihat kevin serta kesha yang masih bercanda. aku meresa hari itu seperti mimpi indah.
“baiklah aku berhenti” kesha menyesah dan duduk dikuri
“hahahhaa, kau kalah kes” kata kevin dengan galak tawanya
“kalian adalah segalanya. kesha, kevin , aku tidak ingin kalian pergi seperti orang tuaku.” kataku dengan nada yang berubah sedih
“oh la. bisakah kamu tidak bahas itu dihari ulang tahunnya. aku mau kita senang bukan sedih. aku ingin kamu bahagia” kata kevin
“aku tahu, aku hanya berharap kalian tidak akan pergi, itu saja. karena aku bermimpi buruk semalam”
“apa?” kesha bertanya dengan mulut yang penuh dengan roti
“aku kehilangan salah satu orang lagi.”
kesha kaget dan menyemburkan isi mulutnya
“itu hanya mimpi buruk la” kata kevin
“aku harap begitu”
“sekarang bagaimana kita pergi ke pantai” kesha mengusulkan ide yang bagus dan aku tersenyum lagi
“baiklah kita berangkat”
“hey tunggu, aku ada meeting dengan client jam 13.00” aku berhenti saat akan masuk mobil dan melihat jam tanganku
“oh come on, bisakah kamu lupkan urusan kantor menyebalkan itu untuk hari ni saja. kamu bisa cancel kan?” ujar Kesha
“kamu bilang urusan kantor menyebalkan? kamu pikir gamapang mengurus perusahaan?!” aku mulai kesal pada Kesha karena dia meremehkan perusahaan ayah
“eh, Kesha sebaiknya kita batalkan ke pantai karena aku harus menemani Lola ke kantor. maaf” kata kevin dengan anda yang tidak enak pada Kesha
“oh, oke, baik aku akan pergi sendiri, kalian urus saja perusahaan itu, kalian sekarang sudah jadi orang sibuk yang tidak pernah ada waktu untuk sahabatnya sendiri. Lola, kamu seberntar lagi akan menjadi ayahmu.” Kesha berujar dengan nada kesal dan masuk ke mobil dan membanting pintunya. dia melaju kencang
“dia tidak mengerti” kata Kevin yang tetap memandang mobil yang baru melaju tadi.
“ayo kev kita berangkat, meeting akan dimulai 15 menit lagi”
aku dan kevin berganti pakaian dan berangkat ke kantor. kami terlamabat 2 menit dan semua sudah menuggu di ruang meeting.
“maaf saya terlamabat” aku masuk dengan nafas yang terngeah dan aku melihat Lucy sudah memulainya, dia benar benar membantu.
“terima kasih Lu.”
“ya, sekarang kamu yang kanjutkan”
rapat berjalan lancar dan aku kira semua clientku setuju dengan kerjasama yang akan kami lakukan. saat rapat berlangsung kira kira 45 menit, ponsel Kevin berdering.
“maaf” dia mengambilnya dan beranjak dari kursi lalu mengangkatnya di pojok ruangan. saat Kevin menerima telpon itu, wajahnya terlihat sedih dan menunjukan ekspresi kagetnya, dia terlihat seperti orang yang baru menerima kabar buruk.
“Lola, Kesha” kata Kevin dengan nada sangat lirih dan mulutnya berbicara dengan jelas.
“hem,” aku melotot pdanya menandakan aku tidak mengerti apa maksudnya, aku mengangkat kedua bahuku dan Kevin menghampiriku.
“Kesha tenggelam di pantai” Kevin membisikan kabar buruk ditelingaku dan aku menjatuhkan buku yang aku pegang, aku berdiam diri dan berusaha tegar karena aku harus menyelesaikan rapat.
“maaf semuanya, rapat hari ini samapi disini dulu, aku harus pergi” aku menutup rapat dengan singkat dan mataku mulai memerah karena akan menangis. aku berlari keluar ruangan.
“Kenapa ini?” kata lucy bingung
“kesha tenggelam dan belum ditemukan”
“ya tuhan, aku mengerti perasaannya”
kevin keluar dari ruangan dan mengejarku. kami berangkat menuju pantai diamana kesha tenggelam.
“apa lagi ini? mimpiku jadi nyata?” aku tidak berhenti menangis sepanjang jalan.
“lola, yakinlah Kesha pasti baik baik saja.” kevin menenangkanku sambil tetap menyetir
“aku memang berharap seperti itu, tapi Kesha bukan tenggelam di kolam berenang dia tenggelam di pantai, aku takut tubuhnya tidak ditemukan karena hanyut ke laut. aku takut kehilangan Kesha, aku tidak mau kehilangan orang yang aku sayang lagi.”
“jangan bicara seperti itu” kata kevin
samapi di pantai aku keluar menuju kerumunan orang dan aku dapati seorang wanita yang tergeletak kaku, dia Kesha.
“tidak, itu bukan dia, aku mohon itu bukan dia.” aku tidak percaya bahwa Kesha meniggal aku menjauh dari kerumunan orang tadi dan berjalan menuju bibir pantai.
“KESHAAAA!!!!” aku teriakan namanya karena aku yakin kesha masih hidup dan dia sedang berenang menghampiriku.
“Lola, hentikan, kamu akan membuat kesha menangis disana” kata Kevin
“dimana? disana? di surga maksudmu? kenapa, kenapa tuhan ambil orang yang aku sayang lagi, apa selanjutnya kamu yang akan diambilnya. dan aku akan hidup sendirian. tuhan itu tidak sayang padaku.” aku menangis dan kesal.
“Lola, hidup itu ada memiliki dan kehilangan.” kata kevin.
jazad Kesha yang terbujur kaku dibawa ke mobil kevin dan akan diurus lebih lanjut. aku hanya bisa diam dan menangis atas semua ini. aku tidak ngerti akan hidupku sendiri. kenapa hiduoku dipenuhi dengan kematian orang yang aku sayang, ibuku yang sekarang disurga, ayahku yang sekarang mungkin sedang bersanding dengan ibuku, dan kini Kesha sahabatku yang sedang berjalan menuju surga. aku tidak mengerti kenapa tuhan berikan ini apdaku, kenapa tuhan begitu jahat padaku, aku menyayangiNya, tapi aku diberi begitu banyak kesedihan, air mataku terus mengalir dan mengalir. jika aku harus kehilangan mereka kenapa mereka datang pada hidupku atau kenapa aku dilahirkan untuk ini semua, aku tidak mau lagi kehilangan, Kevin, dia yang aku seyangi saat ini, aku harap bukan dia yang selanjutnya, atau mungkin aku ini pembawa sial bagi orang yang dekat denganku, jika ya aku harus menjauhi kevin aku harus.
saat Kesha dimakamkan aku melihat kubur ayah dan ibuku juga. aku menangis seharian disana. bahkan aku tidak mau pulang.
“la, pulanglah, sudah mulai gelap.”
“tinggalkan aku kevin, menjauhlah, aku ini pembawa kematian untuk orang yang aku sayang. aku tidak mau kamu mati. pergilah!”
“gadis bodoh. tidak ada yg namanya pemabwa kematian, mati itu sudah diatur”
“pergi saja, aku ingin sendiri”
“baiklah” kevin pergi meniggalkanku. aku hanya terdiam dan menangis diatas kubur ibuku. aku tidak tahu lagi apa yang harus aku lakukan, aku tidak memiliki keluarga lagi selain Kevin. kakek dan nenekku tingal di australia dan keluarga besarku juga, tidak mungkin aku kesana. aku menangis sepanjang malam diatas kubur ibuku.
“bu, ingatkah saat kamu mengandungku? haha aku gila aku bicara pada siapa? disini gelap dan hanya aku manusia satu-satunya, semua yang disini mayat. Kesha kamu tidur nyenyak kan disana? semoga kamu senang di surga, tolong sampaikan salamku pada kedua orang tuaku. aku rindu pada kalian. hari ini aku genap 20 tahun dan hari ini aku kehilangan orang yang aku sayang, aku ingin bersama kalian, aku ingin bahagia dengan kalian walaupun disini ada Kevin tapi dia tidak pantas untukku, dia terlalu sempurna. Kesha, aku minta maaf aku tidak ikut denganmu tadi, kalau saja aku ikuti kata-katamu mungkin aku bisa melarangmu bereang dan kini kita sedang melanjutkan pestanya, aku menyesal Kesh. Kau ingat saat aku menyemprotkan mayonaise ke mukamu kamu terlihat lucu, hahhaa, aku masih ingat wajah marahmu tadi, aku ingin melihatnya lagi kesh.” aku mengis kecil di tengat malam yang mulai mendung. aku melihat keatas dan air mulai menetas, aku kehujanan dan dingin tapi aku tidak mau pulang. hujan semakin deras dan petir menyambar. aku tekuk kedua kakiku dan aku satukan tanganku. aku menggigil. tiba-tiba seseorang datang dari arah timur, dia membawa payung dan jas hujan. dia kevin.
“kamu masih disini juga? gila. ayo pulang aku tidak mau kamu sakit. aku tidak mau kehilanganmu La. pulanglah” kata kevin sedit bernada keras agar terdengar olehku karena hujan.
“tidak aku tidak mau,”
Kevin memegang tanganku dan menyuruhku berdiri, aku pun berdiri dan memeluknya.
“kamu yakin tidak akan meniggalkanku?” kata ku dengan tangisan kecil
“ya, tentu aku akan selalu ada untukmu, kita akan hidup bersma sebagai keluarga”
saat kevin mengatakan hidup bersama sebagai keluarga aku kaget dan aku kira dia akan..
“pulang dan menikahlah dengan orang yang tidak akan meniggalkanmu ini”
aku mengangguk dan memakai jas hujan. kami berjalan menuju mobil dan melaju kencang diantara hujan lalu berhenti di depan pintu rumahku.
“ini akan jadi rumah kita kev”
“hah? kenapa kita tidak membeli yang baru?”
“kamu bercanda ini rumah memiliki banyak kenangan”
“karena itu aku ingin pindah,aku tidak mau kamu terlarut dalam kesedihan., cukup samapi hari ini.”
kami masuk dan menghangatkan tubuh di perapian.
kami minum teh berbicara tentang pernikahan.

5 hari kemudian …. aku dan kevin sedang berada di toko baju, kamu sedang memilih gaun dan tuksedo untuk pernikahan kami. kami juga memilih desain gedung dan dekorasinya, makanan dan tamu undangan.
“besok kita menikah. dan Kesh tidak melihatnya, dulu dia pernah bicara padaku ingin menangkap rangkaian bunga yang aku lempar dan ayahku ingin mencium pipiku saat aku menikah. semua itu ternyata hanya mimpi bagi kami, nyatanya yang akan menangkap bunga itu entah siapa dan yang akan mencium pipiku adalah kamu. ”
“kamu itu menyebalkan, jangan bicarakan orang yang sudah tiada, itu membuatku sedih dan kamu kaan mengis lagi.”
“aku tahu, aku hanya mengingatnya sedikit. baikalh lupakan.”

esok harinya, hari yang paling kami nanti dan semua orang dirumahku yang sudah aku undang untuk membantu sedang sibuk mengatur ruangan. aku hanya tersenyum melihatnya, dan kevin yang tiba-tiba memanggilku.
“LOLAAAA.!!!!”
aku mengampiri suara jeritan mengerikan Kevin. dan aku mendapati kevin yang sedang berdiri memakai tuksedo miliknya
“kau menjerit seperti anak kecil dan kau tidak apa apa sekarang. aha lucu”
“aku sekarang sakit, hatiku sakit sekali karena tidak mendapat ciuman manis dari mempelaiku”
“aaww, manis sekali”
saat aku dan kevin sedang berciuman tiba-tiba terdengar suara ricuh dari lantai bawah.
“Kebakaran, kebakaran!!!!””” seorang wanita berteriak keras dan seorang laki-laki berlari karena bokongnya terbakar. aku melihat kejadian itu dengan tawa, karena aku kira kebakaran itu adalah kebakaran bokong si koki itu. tapi ternyata saat aku melihat api di dapur aku langsung panik. api itu sudah membesar membakar seluruh dapur, kini ruang tengah mulai dihanguskan api, semua orang terjebak didapur, aku dan kevin mencoba memadamkan api dan hasilnya percuma, aku dan kevin berusaha keluar dari kebakaran itu tapi tidak ada celah.
“i love you kevin” aku menggenggap tangan kev dengan erat dan menangis, aku tahu aku akan mati terpanggang.
“kita kan keluar, tenang saja. ikuti aku” kevin membuatku percaya diri.
“dia melepas tuksedonya dan memakaikannya padaku, kevin berusaha keras memadamkannya dan dia mencoba memecahkan kaca jendela dengan kedua tangan kosongnya, kini tangannya mulai berdarah dan dia melakukan ini untukku, aku melihat pengorbanan kevin yang begitu besar, saat kevin berhasil membuat jalan keluar dia menyuruhku untuk keluar dahulu.
“keluarlah cepat, apinya kan semakin besar.” kevin menyuruhku
“tapi kamu”
“jangan pikirkan aku, sekarang kamu dulu, cepatlah”
aku keluar dari kebakaran itu, dan kevin yang masih ada di dalam menyuruh orang yang masih tersisa untuk keluar juga, sekiranya ada 6 orang yang keluar dari jendela itu, dan saat kevin mencoba keluar dia tertimpa kayu yang membara.
“KEVIIIINNN” aku berteriak dan menangis kencang
Kevin tertimpa kayu besar, tidak besar tapi sangat besar kayu itu membakar tubuhnya hingga gosong. aku menangis dan menangis, aku melihat tubuh calon suamiku terbakar hangus, apa kini aku harus menikahi orang hangus ini???!!
“kavin, kau bohong padaku, kamu bilang tidak akan meniggalkanku dan akan selalu bersama denganku, kamu bilang akan hidup bersama sebagai keluarga, tapi sekarang kamu meniggalkanku seperti yang lain. kamu bohong kevin” aku menangis didepan tubuh hangus kevin dan dan rumahku yang terbakar, aku melihat rumah mewah yang tadinya berdiri kokh dan menawan sekarang hangus terbakar. dua jam kemudian pemadam kebakaran tiba dan memadamkan apinya. api kini padam dan semua orang yang hangus terbakar dievakuasi termasuk Kevin. saat pemakaman kevin aku masih memakai tuksedo miliknya, saat orang orang pergi terutama keluarga kevin, aku tetap dimakamnya, aku lagi lagi menangis diantara keempat makam orang yang aku sayang, aku mengis sepanjang malam, hingga akhirnya…
sebuah surat kabar memeberitakan :
SEORANG WANITA DITEMUKAN TEWAS DAN MEMBUSUK DI ATAS MAKAM
ada seorang wanita tewas dimakam, dia menggunakan dress putih dan jass, wanita itu diperkirakan sudah tewas sekitar 5 hari lalu, menurut penjaga makam wanita itu sedang berjiarah kemakam keluarnyanya dan dia tidak mau pulang hingga 10 hari, dan penjaga makan itu menemukan wanita itu tewas, awalnya penjaga makan mengira wanita itu tertidur bila dilihat dari kejauhan tapi bau busuknya yang menyengat membuat penjaga makam kewalahan dan melapor polisi. kini wanita itu sudah dimakamkan di makan yang sama dengan anggota keluarga lain. menurut penjaga makan wanita ini adalah wanita yang paling sering kehilangan keluarganya dan terakhir dia kehilangan calon suaminya yang akan menikah hari itu. Wanita itu bernama Lola (20).

aku kini bahagia, bisa bersama lagi dengan ketiga orang yang aku sayang, kini aku disurga dan merayakan pernikahanku dengan mereka, ternyata kevin tidak berbohong, dia benar benar menikahiku dan ayahku mencium pipiki, Kesha menerima rangkaian bunga yang aku lempar, dan ibuku dia memeluk erat aku karena rindu padaku. Aku kevin benar tuhan memiliki sejuta renacana untuku, rencanan tuhan itu indah.

-Quote-
“hidup itu ada memiliki dan kehilangan. Tuhan memiliki sejuta rencana untuk hambanya.”