the boys are back !!

aku melihat cahaya di hadapanku, cahaya itu semakin mendekat dan menyilaukan mataku. Aku kejamkan mata dan menunduk sambil berjalan terus di trotoar. tapi…tiiiiinnn, gubraag!!!…aku terjatuh karna terserempet orang yang membawa motor dari arah berlawanan tadi. Aku mencoba berdiri, dan orang itu turun dari motornya lalu menjulurkan tangannya untuk membantuku.
“kamu tidak apa-apa?” kata orang itu padaku.
“iya, aku baik baik saja” kataku tanpa mengihiraukan tangan itu. aku berdiri sendiri dan sekilar meliahat orang yang telah membuatku terjatuh, tapi aku tidak bisa melihat wajahnya karena helm yang dia pakai.
“apa kamu tidak bisa mengucapkan maaf?” kataku pada orang itu lalu aku pergi.
“maaf!” orang itu berteriak padaku. aku hanya diam dan tersenyum kecil.
aku berjalan menyusuri malam yang dingin tanpa bintang yang menghiasi langit hitam. aku berjalan hingga sampai tujuan. aku sampai di depan sebuah cafe. aku masuk dan mencari orang yang sudah membuat janji bersamaku.
“Emily!!!” suara yang cukup keras dari seorang wanita yang usianya sama denganku meneriakan nama Emily, ya itu namaku.
“Maggie, hay. aku mencarimu dari tadi.” aku menghampiri orang tadi karena dialah orang yang telah membuat janji bersamaku. aku menyeret satu kursi kebelakang dan aku duduk dikursi itu dengan nyaman. berbincang dengan orang yang mengerti dengan kita dan bisa menjaga rahasai itu sangat menyenangkan bagiku. seorang anak perempuan sudah biasa seperti ini, istilah nya ngrumpi.
“kau sudah menemukan laki laki masa lalumu itu?” kata Maggie sambil memakan satu kentang goreng yang telah tersaji dimeja kami.
“eemm, belum. aku hanya berharap dia masih ingat denganku” aku ambil kentang goreng yang ada di hadapanku, aku melahapnya dengan saus yang tersedia.
“oooo, tunggu dulu, apa yang baru saja kamu lakukan sampai bajumu kotor seperti itu? jangan katakan kamu tadi bergulat dengan sapi” kata Maggie
“hahaha…tadi aku bukan bergulat dengan sapi tapi dengan banteng. hahaha aku bercanda. sebenarnya tadi aku terserempet orang. jika didenger dari suaranya dia laki laki, dan parahnya dia tidak minta maaf sebelum aku bicara ‘apa kau tidak bisa bicara maaf?’ dan aku sempat berharap semoga bukan dia orangnya” aku menjelaskan pada Maggie yang sedang menyantap pizza.
“mmmm (menelan pizza yang dimulutnya) kamu lihat mukanya?”
“helmnya tidak mau lepas dari kepalanya. aku tidak bisa melihat wajahnya.” ku ambil sepotong pizza dan ku masukan ke mulut lalu aku kunyak perlahan sambil merasakan semua topingnya.
sedang asik kami ngobrol tiba-tiba saja suara dering handphone Maggie menghentikan pembicaraan yang sedang asik itu. Maggie meletakan setengah potongan pizza yang telah dimakannya di atas piring bundar besar yang ada dihadapannya, lalu dia ambil tasnya yang tergeletak di atas alantai. diambilnya handphone yang berdering tadi lalu diangkat.
“halo” suara dari balik telphone itu aku mengenalnya, dia seperti Kevin (pacar Maggie) aku tahu Maggie akan lama bicara dengan orang yang ada di balik telphone itu. tanpa aku habiskan pizza dan aku meminum habis jus apel lalu aku pamit pulang. tak lupa juga aku bayar semua makanan tadi.
“aku pulang” kataku dengan suara yangsangat pelan dan aku dorong kursi ke belakang lalu aku berdiri. sekarang aku sendiri lagi, dan sepi dan sepi. lagi lagi aku menyusuri jalan sendirian tanpa Maggie seorang sahabat yang sangat sibuk dengan pacarnya. huft ‘malang sekali nasib aku ini’ aku bicara pada diriku sendiri. jalan yang aku susuri kali ini berbeda dengan yang tadi, jalan ini sangat sepi, mungkin karena sekarang jam sudah diangka 12.00 malam. aku berjalan menuju rumah tanpa naik taxi atau bus.
saat aku sampai di sebuah taman kota dan aku lihat bangku putih yang kosong, aku pun duduk di benda putih itu. aku duduk sambil melihat langit yang polos tanpa bintang yang berkelip.
” tidak ada bintang malam ini” suara yang dtang tiba tiba dari belakangku. aku kaget dan menengok ke belakang. aku melihat rambutnya yang hitam, dan suara itu, aku mengenalnya. suara yang telah menyerempetku.
“dan malam ini tidak ada kebahagiaan dalam diriku, itu karena kamu menyerempetku dan membuat bajuku kotor. ngomong ngomong kau ini siapa, kenapa kau ada di sini?” kataku dengan nada yang tidak mengenakan.
“kau tidak ingat dengan suara ini?”
“aku ingat, itu suara yang telah menyerempetku.” kataku
“hm, lama tak jumpa, Emily.” dia menyebut namaku dengan benar. aku kaget mata ku membelalak dan jantungku berdebar. saat orang itu berdiri dan berbalik lalu dudk disampingku, entah kenapa aku menjadi kaku tidak bergerak.
“aku tidak mengerti semua ini, kamu kamu siapa?” kataku dengan nada bingung dan gugup setengah mati.
“bodoh sekali aku ini, menemui orang yang sama sekali tidak ingat padaku dan bahkan dia sekarang tidak melihat wajah ini. payah. baik aku pergi” kata orang itu lalu berdiri dan saat dia melangkahkan satu kakinya aku berdiri pula dan berjalan hingga aku ada di hadapannya.
“kau kaa aa uu…E Ed Mu Nd…” aku benar benar tidak percaya ini, dia Edmund orang yang selama ini aku tunggu, dia kembali. aku memeluknya dengan erat.
“apa kamu ingin membunuhku dengan pelukan eratmu ini hah?” Edmund berbicara seperti orang sesak nafas. karena aku kasian aku lepaskan pelukanku dan kembali berdiri tegap.
“aku membencimu. selama ini kemana? kamu tidak beritau aku kalau kamu pergi, bahkan Maggie juga tidak tau. sahabat macam apa kamu ini?”
“haah benarkah kau benci padaku, kalau begitu kenapa kau masih disini, kenapa tidak tampar aku dan pergi?” kata Edmund sambil cengengesan.
“aku hanya ingin minta ganti rugi karena kau telah menyerempetku. aku ingin kamu mengantarku pulang, aah ya sebelumnya aku ingin ka…”
belum selesai aku bicara Edmund mendekatkan wajahnya padaku dan bicara
“tidak usah banyak bicara” edmund pergi dan tanpa pikir panjang aku mengejarnya.

BERSAMBUNG…tunggu cerita selanjutnya!!

Advertisements